Mobile Menu

navigasi

More News

Kemendikbud Meluncurkan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

April 13, 2021



Kampus Merdeka - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program pertukaran mahasiswa merdeka sebagai bentuk wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pertukaran mahasiswa ini guna untuk mendorong penguatan dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa.


" Program ini bertujuan membangun rasa toleransi di kalangan mahasiswa melalui ruang-ruang pejumpaan yang terburuk melalui aktivitas pertukaran mahasiswa dan eksplorasi keberagamaan budaya Indonesia " Kata Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam sambutannya secara daring, Senin (12/4)


Melansir Kemendikbud, program ini menargetkan 20.000 mahasiswa di semester ganjil tahun akademik 2021/2022. sebelum pendaftaran untuk mahasiswa, akan dibuka terlebih dahulu untuk perguruan tinggi dan dosen di bulan April 2021.


Pendaftaran bagi perguruan tinggi dan dosen akan berlangsung pada tanggal 19 sampai 28 April 2021, sedangkan untuk pendaftaran mahasiswa berlangung di bulan Juli 2021 mendatang. calon peserta dapat mendaftar melalui laman http://bit.ly/PertukaranMahasiswaMerdeka. untuk mendaptkan informasi secara detail dapat follow sosial media akun Instagram @PertukaranMahasiswaMerdeka.


" Pendaftaran dibuka untuk perguruan tinggi dan dosen terlebih dahulu, untuk memberikan waktu bagi mereka merancang berbagai aktivitas bertema kebihinekaan serta mempersiapkan mata kuliah dan infrastruktur kampus untuk pelaksanaan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka" Jelas Nizam sebagai Direktur Jendral Pendidikan Tinggi.


Lanjut Dirjen Dikti Nizam, elemen terpenting dalam program ini yakni pertukaran mahasiswa antarpulau baik dari PTN maupun PTS. hal ini perguruan tinggi wajib memberikan konversi serta pengakuan sistem kridit semester (SKS) sebanyak 20 SKS mahasiswa


Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa di mulai dari semester tiga hingga semester delapan. selain memberikan kesempatan pembelajaran dikampus lain, dapat juga mengeksplorasi keragaman kebudayaan Indonesia melalui pembelajaran modul Nusantara.


Modul Nusantara ini memiliki empat jenis kegiatan, yang pertama kegiatan kebinekaan yakni dimana mahasiswa dapat mengekplorasi keberagaman di daerah perguruan tinggi yang diterimanya, kedua kegiatan inspirasi yang dimana mahasiswa dapat berdiskusi dengan figur -figur inspiratif dearah,


Lanjut ketiga kegiatan refleksi yakni mahasiswa merefleksikan pengalaman terhadapa kegiatan kebinekaan dan inspirasi, yang terakhir kegiatan kontribusi sosial dimana mahasiswa melaksanakan kegiatan sosial yang memberikan kontribusi kepada masyarakat di daerah perguruan tinggi yang diterima.


Sambung Mendikbud Nadiem menjelaskan bahwa menjadi peserta pada program ini mahasiswa akan mendapatkan 20 SKS mata kuliah serta kegiatan kebudayaan yang diikutinya. Selama satu semester mahasiswa akan berpindah dari satu pulau kepulau lainnya untuk dapat mengekplorasi kebergaman kebudayaan daerah asalnya juga mengikuti diperkuliahan di perguruan tinggi penerima.


Keuntungan untuk program ini bagi dosen akan mendapatkan sertifikat penghargaan, insetif untuk pengembangan modul mata kuliah dan modul Nusantara, serta berkesempatan untuk mengekplorasi keilmuannya di tingkat nasional.


Lalu untuk perguruan tinggi yakni dapat mendorong pencapaian indikator kinerja utama (IKU) 2 untuk PTN dan IKU 3 untuk PTS, serta membuka kesempatan bagi perguruan tinggi mendapatkan biaya pengelolaan program. (Photo : Youtube/Kemendikbud RI | Penulis: Antania)  

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar