Mobile Menu

navigasi

More News

Kemendikbud-Riset Teknologi Bekerjasama Dengan Satuan Pendidikan Vokasi Pada Program DUDI, Begini Uraiannya

Mei 04, 2021

Kampus Merdeka - Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi melakukan langkah-langkah baru, yakni berupa menggiatkan kerjasama satuan pendidikan vokasi yang melibatkan dunia usaha dan industri (DUDI).


Wikan Sakarinto sebagai Direktur Jendral Pendidikan Vokasi mengatakan bahwa upaya kerjasama ini harus dilakukan, karna guna untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, terampil, dan kompeten sesuai dengan perkembangan zaman.


" Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, diantaranya adalah pihak industri. Dengan adanya kerjasama ini, kualitas pendidikan di Indonesia dapat ditingkatkan lebih maksimal" Tutur Wikan.


Lanjut Wikan berharap dukungan ini dapat mewujudkan link and match dengan PT. Kawan Lama Sejahtera yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia melalui pentelarasan kurikulum dengan DUDI


Peningkatan kompetensi ini untuk instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan, dan peserta didik, penyediaan instruktur/guru/dosen tamu dari DUDI di satuan pendidikan vokasi, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana.


Serta fasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik, dan juga fasilitasi pelaksanaan praktik kerja lapangan atau magang, yang terakhir fasilitasi rekuitmen lulusan pendidikan vokasi, fasilitasi pemberiaan beasiswa.


" Supaya selalu mengingatkan agar satuan pendidikan selalu mengoptimalkan jalinan kerjasama dengan industri guna terjadinya link and match sehingga lulusan pendidikan vokasi dapat menjawab tantangan yang ada di dunia industri " Jelas Wikan. 


Siaran Pers Kemendikbud yang berjudul 'Tingkatan Kualitas Pendidikan Vokasi, Ditjen Pendidikan Vokasi Gendeng Sektor Swasta' bahwa Wikan menjelaskan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Super Tax Deduction melalui Peraturan Mentri Keuangan Nomor 128 tahun 2019 yang memberikan insentif dalam bentuk pemotongan pajak hingga 200 persen kepada industri yang mendukung pengembangan vokasi melalui praktik kerja, pemagangan, dan pembelajaran.


" Saya berharap momentum ini dapat lebih mendorong partisipasi industri yang lain untuk dapat hadir di seluruh satuan pendidikan vokasi guna memberikan dukungan peningkatan kualitas peserta didik vokasi " Ujarnya. (Sumber : Siaran Pers Kemendikbud | Foto : Dokumentasi Kemendikbud | Penulis : Antania) 


Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar