Mobile Menu

navigasi

More News

Kementerian Agama Menghormati Keputusan MA Terkait SKB 3 Menteri

Mei 08, 2021


Kampus Merdeka
- Kementerian Agama menghormati keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah pada jenjang pendidikan dasar, dan menengah. 


Staf Khusus Menteri Agama Mohammad Nuruzzaman mengatakan bahwa pihaknya secara internal akan segera mempelajari lebih lanjut mengenai implikasi dari pembatalan SKB tersebut. 


Kemudian menurut staf khusus Menag, hal ini akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negri, dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sebelumnya SKB ini telah diterbitkan bersama-sama pada tanggal 3 Februari 2021. 


" Prinsipnya kami menghormati putusan tersebut, Namun kami belum menilai lebih jauh, karna belum secara resmi menerima salinan putusannya. Kami baru membaca soal ini dari media " Terang Mohammad Nuruzzaman, Sabtu (8/5/2021), dilansir kemenag.go.id


Terbitnya SKB ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai persatuan bangsa, toleransi, moderasi beragama dengan bingkai kebhinekaan yang ada di Indonesia


" Kami berharap dengan SKB ini justru meminimalisasi pandangan intoleran baik terhadap agama, ras, etnis, dan lain sabagainya. Kami sampaikan ucapan terima kasih atas besarnya dukungan masyarakat selama ini " terangnya.


Dalam putusan Mahkamah Agung atas uji meteri SKB 3 menteri yang diajukan oleh lembaga kerapatan adat alam minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat adalah produk hukum yang harus dihormati. 


Untuk itu, hal ini Staf Khusus Menag mentuturkan akan memposisikan persoalan SKB 3 menteri ini kepada koridor hukum, sebagaimana yang berlaku di Indonesia. 


Kementerian terkait dan stakeholder lainnya untuk merespons keputusan dari Mahkamah Agung (MA). (Sumber : Kementerian Agama | Foto : Kementerian Agama/Romadaniel | Penulis : Antania)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar