Mobile Menu

navigasi

More News

Ketua Panitia UM-PTKIN : UM-PTKIN 2021, 95.342 Calon Mahasiswa Yang Mengikuti Ujian Sistem Seleksi Elektronik (SSE)

Mei 27, 2021


Kampus Merdeka
- Ketua panitia ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negri (UM - PTKIN) Mahmud mangatakan panitia mencatat lebih dari 95 ribu calon mahasiswa yang mengikutin ujian dengan sistem seleksi elektronik (SSE) 

UM - PTKIN berlangsung selama 4 hari, dimulai dari tanggal 24 hingga 27 Mei 2021. dalam UM - PTKIN 2021 ada 115.315 yang mendaftar. dari jumlah tersebut yang melakukan pembayaran sebanyak 101.738 orang. 

Sedangkan, yang melakukan finalisasi, serta berhak untuk mengikuti UM - PTKIN sebanyak 100.038 orang. 

" Jumlah yang sudah menyelesaikan SSE secara nasional sebanyak 95.342 atau 95.3%, dari 100.038 peserta yang berhak mengikuti ujian. Mereka yang tadi ikuyt, dimungkinkan karena sudah lulus melalui jalur lain " Ujar ketua panitia Mahmud, di Bandung, Kamis (27/5/2021), melansir dari laman kemenag. 

UM - PTKIN 2021 dilaksanakan oleh 58 PTKIN dan 1 Fakultas Agama pada PTN, yakni ; Universitas Singaperbangsa Kerawang. dalam hal ini, Calon Mahasiswa terbagi menjadi dua kelompok yaitu IPA dengan jumlah peserta 8.264, dan IPS berjumlah 91.774 peserta.

" Dengan adanya mata uji baru, yakni berua baca tulis Al-Qur'an atau BTQ diharapkan mahasiswa yang masuk ke PTKIN sudah selesai dengan bacaan Al-Qur'annya. Selain itu, terdapat materi wawasan kebangsaan, dan moderasi beragama. " Ujarnya

Melansir dari laman kemenag, Sekjen Kementerian Agama RI Nizar mengapresiasikan sistem SSE dalam UM-PTKIN 2021. menurutnya, sistem IT ini dapat digunakan dengan baik, dan juga pelaksanaan saat ujian berlangsung berjalan dengan lancar, sukses, dan tidak ada lagi perjokian. 

" Ini membuktikan sistemnya struktur, terencana, dan saya sangat mengapresiasi kepada panitia, pengawas yang sudah melaksanakan ujian dengan baik, dan lancar " Tegas Sekjen Kementerian Agama RI

Lanjut Nizar mengatakan sistem seperti harus terus dikembangkan kejejaring siswa atau pun calon mahasiswa yang memiliki kecakapan baca, tulis Al-Qur'an (BTQ), wawasan kebangsaan, dan bisa menjadi agen moderasi agama.

Lalu Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhamad Ali Ramdani pun menyampaikan seleksi ini berharap dapat melahirkan anak-anak terbaik bagi insan peripurna.

" Sesuai koridor, perencanaan, kamera yang menyala mengingatkan kita untuk tidak contek-contekan. Jika ada, langsung ditindak tegas dari panitia. Sukses buat semuanya karena tidak ada superman, tidak yang ada super team " Ujar Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhamad Ali Ramdani 

(Sumber : Kementerian Agama | Foto : Kementerian Agama)
Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar