Mobile Menu

navigasi

More News

Peluncuran Kamus Bahasa Indonesia - Tok Pisin di KBRI Port Moresby.

Mei 22, 2021



Kampus Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby, Papua Nugini bersama dengan Duta Besar RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon pada Selasa kemarin (11/5/2021) meluncurkan Kamus Bahasa Indonesia-Tok Pisin di KBRI Port Moresby. 


Peluncuran ini guna untuk kebutuhan pembelajaran BIPA di sekolah dan universitas untuk menunjang proses belajar mereka secara mandiri. 


" Ini sudah lama ditunggu oleh para pemelajar di sekolah dan perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan dalam proses belajar secara mandiri, seringkali pemelajar menghadapi kendala dalam memahami kata baru yang ditemuinya tanpa dukungan buku kamus. " Ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Chaerun Anwar, dikutip dari laman kemendikbud, Selasa (11/5/2021).


Kemudian Duta Besar Papua Nugini Andriana Supandy dilansir dari kemendikbud menggarisbawahi pernyataan Presiden RI Joko Widodo mengenai Papua Nugini dan Kepulauan Solomon yang merupakan negara tetangga yang bersahabat dan mempunyai peran strategis bagi Indonesia. 


" Indonesia baik dengan PNG maupun SI berbagi banyak kesamaan, khususnya dengan lima provinsi yang memiliki demografi penduduk berkarakter Melanesia sama seperti di PNG dan SI . Jumlah penduduk berkarakter Malanesia di lima provinsi tersebut mencapai 13.017.287 jiwa atau sekitar 40% dari total penduduk 20 negara/wilayah Pasifik Selatan yang berjumlah 31 juta jiwa " Tutur Duta Besar Papua Nugini Andriana Supandy.


Kesamaan suku bangsa dan akar bahasa ibu yang relatif mirip menurutnya merupakan salah satu aspek perekat antara Indonesia dengan kedua negara tersebut, tidak hanya dengan provinsi berkarakter Melanesia saja. 


Bahasa Tok-pisin sebagai bahasa ibu di PNG dan SI juga merupakan salah satu bahasa resmi, karena memiliki kesamaan gramatikal bunyi dan tulisan dengan bahasa Indonesia oleh karena itu, Bahasa Indonesia akan mudah dipelajari oleh penutur Bahasa Tok Pisin. 


Lalu Atdikbud Chaerun Anwar mengatakan bahwa pemelajar BIPA di Papua Nugini menurut data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berjumlah 6.425 pemelajar. Pencapaian ini menduduki peringkat ke-4 sebagai negara dengan jumlah pemelajar BIPA terbanyak. 


Terdapat beberapa tempat yang menyelenggarakan pengajaran Bahasa Indonesia secara formal, seperti University Of Papua New Guinea, University Of Goroka, Lae Secondary School, Inonda High School, Asia Pacific Institue Of Applied Scoial Economic and Tech-nical Studies, Josephnesia 9 Mile Mc Gregor Barracks NCD, 5 Mile NCD, Saraga 6 Mile NCD, serta Goldie Central Province. (Sumber : Kemendikbud | Foto : Ilustrasi Perkembangan Bahasa/LombokPost | Penulis : Antania)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar