Mobile Menu

navigasi

More News

Belanja Leptop Rp.3.7 Triliun, Kemendikbudristek : Dorong Digitalisasi Sebagai Infrastruktur Kelas dan Sekolah Di Masa Depan

Juli 30, 2021


Kampus Merdeka -
Kemendikbudristek mendorong belanja produk dalam negri (PDN) utamanya di sektor pendidikan untuk produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Hal tersebut juga merupakan semangat merdeka belajar, sehingga diharapkan PDN dalam TIK mendorong digitalisasi sekolah sebagai upaya untuk mewujudkan infrastruktur kelas, dan sekolah di masa depan.

" Pengadaan barang TIK untuk digitalisasi pendidikan ini mendukung PDN sehingga sejalan dengan program pemerintah agar kita menajdi penggerak kemajuan negri kita sendiri " Kata Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, M. Samsuri tertulis dalam rilis di laman resmi kemdikbud, Jum'at (30/7/2021).

Pada rilis pers kemdikbud, pihak yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan barang/jasa wajib mengikuti proses lelang untuk bisa terdaftar dan menyediakan produk dalam e-katalog sesuai standar lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP).

Selain itu, pihak industri TIK dalam negri yang akan berpartisipasi dalam menyediakan produk TIK harus berkoordinasi dengan kementerian perindustrian. sehingga produknya akan memenuhi ketentuan dari tingkat kandungan dalam negri (TKDN).

Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek memaparkan dana dalam program ini berjumlah Rp.3,7 Triliun yang terdiri dari dua alokasi;

Yakni, pertama, anggaran Kemdikbudristek  (APBN Pusat) senilai Rp. 1.3 Triliun; kedua, senilai Rp 2.4 triliun dari dana alokasi khusus (DAK) fisik 2021 yakni anggaran dari pemerintah pusat mentrasfer ke pemerintah daerah.

Kemudian pembelajaran TIK melalui dana APBN pusat digunakan untuk memenuhi kebutuhan 12.674 sekolah dimulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB, yakni membeli 189.840 leptop, 12.674 access point, 12.674 konektor, 12.674 proyektor, dan 45 speaker.

Lalu melalui dana DAK fisik 2021 telah diatur dalam peraturan Mendikbud Nomor 5 Tahun 2021, yang akan mengalokasikan pembiayaan bago 16.713 sekolah berupa 284.147 leptop sesuai dengan sertifikat TKDN, peralatan pendukung seperti 17.510 wireless router, 10.799 proyektorn dan layar, 10.799 konektor, 8.205 printer, dan 6.527 scanner.

" Pengadaan DAK fisik dilakukan pemerintah daerah dengan merujuk pada spesifikasi dan daftar barang yang dicantumkan sebagai lampiran dari Permendikbud. Pengadaan peralatan TIK untuk sektor pendidikan ini juga harus memenuhi standar dari LKPP dengan prinsip transparan dan akuntabel " Jelas Samsuri.

Selain itu, Kemendikbudristek pun juga mendorong produksi leptop merah putih melalui konsorsium perguruan tinggi, yakni UI, ITB, ITS, dan UGM.

Lalu untuk pelajar SMK dan mahasiswa perguruan tinggi vokasi akan dilibatkan pada kegiatan perakitan hingga pasca jualan.


(Foto : Search/Google)
Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar