Mobile Menu

navigasi

More News

Kementerian Agama Mencairkan Dana Insentif Untuk 44 Ribu Guru PAI Non-PNS

November 17, 2021

Kementerian Agama Mencairkan Dana Insentif Untuk 44 Ribu Guru PAI Non-PNS /Doc.Kemenag.

Kampus Merdeka -  Pemerintah melalui Kementerian Agama mulai mencairkan bantuan insentif bagi guru pendidikan agama Islam (PAI) non pegawai PNS.


Total insentif yang disalurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag yakni Rp.66 Miliar yang diperuntukkan bagi 44 ribu guru PAI non PNS di seluruh tanah air.


" Bantuan insentif bagi guru PAI non PNS merupakan afirmasi Kemenag bagi kesejahteraan guru PAI di sekolah " Kata Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas tertulis dalam rilis kemenag, Rabu (17/11/2021).


Kemudian dilanjutkan oleh Direktur Jenderal Pendis Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani menambahkan bahwa anggran tersebut diperuntukkan untuk guru PAI non PNS pada sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) atau kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) di semua tingkatan.


" Masing-masing akan mendapatkan Rp.1.5 Juta dipotong pajak. Insentif ini akan dikirim langsung kerekening masing-masing. Tidak dibenarkan adanya pengurangan, pemotongan, atau pemungutan dengan alasan apapun, dalam bentuk apapun, dan oleh pihak mana pun kecuali pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan/atau biaya transfer antarbank " Jelas Muhammad Ali Ramdhani.


Muhammad Ali Ramdhani menambahkan insentif tahun 2021 ini diberikan untuk guru PAI non PNS yang telah memenuhi syarat sebagai penerima dengan ditetapkan melalui aplikasi sistem informasi dan administrasi guru agama (SIAGA) berdasarkan urutan prioritanya.


Berikut kriteria penerima insentif guru PAI non PNS :

1. Guru PAI bukan PNS yang masih aktif mengajar di TK/SD/LB,SMP/LB,SMA/LB,SMK.

2. Terdata dalam SIAGA per-Maret 2021.

3. Bukan penerima tunjangan profesi guru.

4. Memilik nomor unik pendidik atau tenaga kependidikan (NUPTK).

5. Belum memasuki usia pensiun

6. Lama pengabdian sebagai pendidik, dibuktikan dengan surat keterangan terhitung mulai tanggal mengajar.


" Guru yang telah lama mengabdi, menjaga salah satu prioritas. Guru yang memiliki kualifikasi pendidikan juga menjadi pertimbangan untuk menjaga skala prioritas " Pungkasnya




(Sumber : Kemenag)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar