Mobile Menu

navigasi

More News

Kementerian Agama Menerbitkan Pedoman Pengangkatan Guru Madrasah Swasta

November 11, 2021
Kementerian Agama Menerbitkan Pedoman Pengangkatan Guru Madrasah Swasta/Doc.simpatika kemenag



Kampus Merdeka
- Kementerian Agama RI menerbitkan pengangkatan guru madrasah swasta.

Penerbitan tersebut terdapat pada pedoman yang tertuang dalam keputusan menteri agama (KMA) No.1006/2021 tentang pedoman pengangkatan guru pada madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

"KMA ini terbit agar bisa menjadi pedoma bagi mayarakat yang mengelola madrasah dalam hal pengangkatan guru " Kata Dirjen Pendidikan Islam M.Ali Ramdhani, keterangannya tertulis di laman resmi kemenag, Rabu (17/11/2021).

 M.Ali Ramdhani menjelaskan KMA ini mengatur sejumlah ketentuan, dimulai dari persyaratan calon guru, mekanisme seleksi, hingga pengangkatan dan pemberhentian.

" Berdasarkan KMA ini, pengangkatan guru madrasah yang diselenggarakan masyarakat harus berkualifikasi sarjana atau SI. Ini bertujuan agar kualitas guru terjamin sebagai guru profesional. Kamudian guru pun juga harus mempunyai wawasan keberagamaan moderat dan usia saat saat diangkat paling tinggi 45 tahun " tuturnya.

Lalu dalam prosedur rekruitmen, direktur guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah M.Zain memaparkan bahwa itu diawali dnegan usulan kebutuhan guru yang disampikan penyelenggara pendidikan kepada kepala kankemeneg Kabupaten/Kota.

Selanjutnya kepala kankemeneg Kabupaten/Kota memberikan persetujuan atau rekomendasi setelah melakukan analisis kebutuhan guru pada sistem informasi dan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan kemenag (Simpatika).

" Penyelenggara pendidikan selanjutnya membentuk panitia seleksi yang berasal dari unsur yayasan, kankemenag kabupaten/kota, dan pihak lain sesuai kebutuhan " Ujar M.Zain.

M.Zain menambahkan skema rekruitmen seperti ini, Ia berharap guru madrasah ke depan semakin berkualitas dan profosional, baik di negeri maupun swasta.

Lanjut kepala seksi bina guru MI dan MTS Mustofa Fahmi menambahkan KMA ini telah disusun oleh para pakar pendidikan, yakni; guru besar, dosen, kepala madrasah, pengawas, widyaiswara, dan pejabat birokrasi pada Ditjen pendidikan Islam dan sekretariat jendral.

" Sebelum diterbitkan KMA ini juga sudah diuji publik dengan melibatkan seluruh kabid pendidikan madrasah dan Kasi GTK pada kanwil kemenag provinsi se-tanah air " jelas Mustofa 

Kemudian Mustofa mengatakan pada tahap berikutnya kemenag akan menyusun petunjuk teknis pengangkatan, penataan, dan redistribusi guru madrasah. 

Lanjut Mustofa  direktorat GTK juga akan merilis fitur data kebutuhan guru diseluruh madrasah negeri dan swasta melalui simpatika sehingga masyarakat bisa mengetahui kondisi kekurangan dan kelebihan guru di masing-masing madrasah.

" Formulasi perhitungan kebutuhan guru di madrasah berbasis kepada analisa jumlah peserta didik, rombel, dan model kurikulum yang diimplementasikan " tandasnya.


(Sumber :Kementerian Agama RI)
Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar