Mobile Menu

navigasi

More News

Mustafa Kamal Mengecam Tindak Kekerasan Di Sekolah

November 07, 2021

Mustafa Kamal Mengecam Tindak Kekerasan Di Sekolah

Kampus Merdeka - Anggota komisi X DPR RI Mustafa Kamal mengecam kekerasan sekolah di sejumlah daerah serta mendesak Kemendikbudristek dan kepolisian melakukan penegakkan kepada pelaku dugaan kekerasan tersebut.


" Saya meminta kemendikbudristek dan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus-kasus. Kita harus menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan ketenangan, kemanan, dan kenyamanan kepada para anak didiknya untuk belajar. Hukum harus ditegakkan " Katanya tertulis dalam keterangan pers, Senin (8/11/2021).


Lanjutnya menambahkan kekerasan di dunia pendidikan baru-baru ini meningkat sejak dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM).


Dilansir dari laman resmi parlementaria, menurut catatan KPAI, tawuran antara murid SMA di kota Bogor yang menewaskan satu orang, kemudian seorang murid SD di musi Rawas, Sumatera Selatan dikroyok 4 murid lain yang mengakibatkan korban terancam lumpuh.


Selain itu, di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara seorang guru diduga melakukan kekerasan seksual


Lalu, di Batam, Kepulauan Riau akibat pelanggaran kedisiplinan, belasan siswa penerbangan diduga mengalami kekerasan dikurung pihak sekolah di dalam sel. 


" Kemudian yang terbaru di Alur Nusa Tenggara Timur (NTT) seorang guru menganiaya siswa karena tidak membuat tugas hingga tewas setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit " Jelasnya


Mustafa mengatakan kasus-kasus tersebut merupakan sebagai bukti bahwa dunia pendidikan di Indonesia masih belum aman dari tindak kekerasan dan ini terus menerus terjadi.


" Jangan sampai generasi penerus bangsa ini enggan pergi bersekolah karena takut akan kekerasan seksual, intoleransi dan perundungan di lingkungan sekolah " Ujarnya.


Mustafa mengingatkan kepada pihak kepolisian untuk betindak tegas kepada pelaku sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Karena korban masih berusia anak, maka harus digunakan undang-undang Nomor 35/2014 tentang perlindungan anak.


" Jika itu berkaitan dengan tanggung jawab institusi pendidikan, maka Kemendikbudristek juga harus bertindak tegas sesuai permendikbud nomor 82/2015 tentang pencegahan dan penanggulan tindak kekerasan dilingkungan satuan pendidikan " Tegasnya



(Foto : Doc.DPR RI)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar