Jakarta – Kemendikdasmen membuka Bantuan Keterampilan Menulis SD untuk mendukung kemampuan literasi siswa sejak kelas awal. Program tersebut menyasar sekolah dasar yang memiliki murid kelas 1 dan kelas 2.

Informasi program disampaikan Direktorat Sekolah Dasar pada Senin, 24 Agustus 2026. Melalui bantuan tersebut, sekolah akan memperoleh sarana yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan menulis siswa secara bertahap.

Namun, bantuan ini tidak didaftarkan langsung oleh orang tua atau siswa. Sebaliknya, sekolah menjadi pihak yang mengikuti proses pengajuan dan mengelola bantuan.

Bantuan Keterampilan Menulis SD untuk Kelas Awal

Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan menulis pada tahap awal pendidikan dasar.

Siswa akan mendapat sarana untuk belajar menulis huruf dan angka. Selanjutnya, latihan berkembang ke suku kata, kata, hingga kalimat.

Program tersebut sejalan dengan kebijakan Kemendikdasmen pada 2026. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan penguatan kemampuan menulis siswa kelas awal sebagai salah satu program pendidikan.

Dengan demikian, latihan menulis diharapkan dapat berlangsung lebih terarah di sekolah.

Ini Syarat Sekolah Penerima Bantuan

Tidak semua sekolah otomatis memperoleh bantuan. Kemendikdasmen menetapkan beberapa ketentuan bagi calon penerima.

Sekolah harus terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan atau Dapodik. Selain itu, sekolah harus ditetapkan sebagai penerima dana BOSP Reguler Tahun 2026.

Kemudian, sekolah wajib memiliki murid kelas 1 dan/atau kelas 2 SD. Data sekolah dan peserta didik juga harus sesuai dengan kondisi terbaru.

Jadi, orang tua tidak perlu melakukan pendaftaran secara individu.

Buku dan Alat Tulis Akan Disediakan

Bantuan Keterampilan Menulis SD mencakup berbagai perlengkapan belajar.

Sekolah penerima dapat memperoleh buku garis tiga atau lima, buku garis reguler, buku polos atau gambar, serta buku kotak. Selain itu, tersedia buku latihan untuk menulis huruf, angka, suku kata, kata, dan kalimat.

Tidak hanya buku, pemerintah juga menyediakan perlengkapan pendukung.

Peralatan tersebut meliputi pensil, penghapus, rautan, penggaris, dan pensil warna. Oleh karena itu, sekolah dapat menggunakan bantuan untuk menunjang latihan menulis secara lebih lengkap.

Pengajuan Dilakukan Melalui Simenulis

Sekolah harus mengikuti beberapa tahapan sebelum menerima bantuan.

Pertama, sekolah mengikuti sosialisasi dari instansi terkait. Setelah itu, sekolah mengisi data melalui aplikasi Simenulis.

Data yang diperlukan mencakup informasi sekolah, kepala sekolah, serta bendahara. Kemudian, sekolah menandatangani PKS dan SPTJM secara digital.

Selanjutnya, pengelolaan bantuan dilakukan melalui ARKAS. Pembelanjaan dana juga dilakukan melalui SIPLah.

Pada tahap akhir, sekolah wajib membuat laporan pertanggungjawaban dan laporan pelaksanaan kegiatan.

Kemendikdasmen Perkuat Kemampuan Menulis Siswa

Penguatan keterampilan menulis sebenarnya sudah masuk dalam agenda pendidikan pemerintah pada 2026.

Pada Januari lalu, Kemendikdasmen menyampaikan rencana pemberian bantuan buku tulis dan alat tulis bagi peserta didik kelas awal SD. Kebijakan tersebut mengikuti arahan Presiden untuk memperkuat kemampuan menulis siswa.

Selain itu, pemerintah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Program tersebut mencakup literasi, numerasi, digitalisasi pembelajaran, hingga penyediaan buku bacaan bermutu.

Kini, Bantuan Keterampilan Menulis SD menjadi salah satu langkah untuk mendukung latihan menulis sejak kelas awal.

Sekolah yang memenuhi persyaratan perlu mengikuti prosedur resmi yang telah ditetapkan. Dengan begitu, sarana yang diberikan dapat digunakan secara tepat untuk mendukung perkembangan kemampuan menulis siswa.